| Muhammad Syafiq Fri | Apr 11, 08 | 11:38:14 am MYT | |
| Saya perhatikan di bahagian beranda surau kampung saya ada tersedia beberapa tempat habuk rokok. Demikian juga di beberapa surau dan masjid lain di seluruh negara. Ramai orang veteran gemar duduk-duduk di tangga atau beranda surau dan masjid, menghembuskan asap penuh kenikmatan, terutama selepas solat asar dan isyak. Di sini sukacita saya menjalankan amanah menegur perbuatan itu berdasarkan 'Fatwa Semasa Mengenai Hukum Merokok' yang dikeluarkan oleh Jabatan Mufti sebuah negeri. 1. Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan fatwa bahawa merokok, menanam tembakau dan memperniagakannya hukumnya adalah haram kerana daripadanya terdapat kemudaratan. 2. Ulama-ulama semasa seperti Dr Abdul Jalil Shalabi mengatakan merokok adalah haram kerana ia boleh mendatangkan kemudaratan kepada kesihatan masyarakat. 3. Dr Zakaria Al Bari (anggota Akademi Kajian Islam dan Anggota Lujnah Fatwa Al-Azhar) menyatakan merokok hukumnya haram atau makruh adalah pendapat yang kuat. 4. Al Imam Abdul Halim Mahmud dalam kitabnya telah memberi fatwa merokok hukumnya makruh jika ia tidak mendatangkan kemudaratan kepada kesihatan. Sebaliknya adalah haram jika ia mendatangkan kemudaratan kepada kesihatan. 5. Syeikh Hasanain Makhluf iaitu bekas Mufti Kerajaan Mesir telah menetapkan merokok adalah haram jika mendatangkan mafsadat kesihatan dan mengurangkan hak keluarga dari segi pengurangan nafkah kepada keluarganya. Makruh jika mafsadat itu tidak ketara atau tidak mengurangkan hak nafkah keluarga. 6. Di Malaysia, Muzakarah Jawatankuasa Fatwa, Majlis Kebangsaan Hal Ehwal Islam Malaysia Kali Ke-37 yang berlangsung pada 23 Mac 1995 telah memutuskan bahawa amalan merokok itu hukumnya adalah haram menurut pandangan Islam. 7. Fatwa Negeri Selangor Darul Ehsan yang telah diwartakan pada 7 Disember 1995 di bawah Enakmen Pentadbiran Perundangan Islam 1989 telah menyebutkan bahawa amalan menghisap apa jua jenis rokok adalah haram bagi mana-mana orang Islam. 8. Fatwa Negeri Perlis memutuskan bahawa menanam tembakau atau merokok dan memanfaatkan hasil tembakau adalah haram. 9. Jawatankuasa Fatwa Negeri Kedah berpegang kepada fatwa merokok adalah haram walaupun sehingga kini belum ada penguatkuasaan berhubung perkara itu kerana berdasarkan pendapat pengamal perubatan bahawa perbuatan merokok boleh mendatangkan mudarat. 10. Jawatankuasa Fatwa Negeri Melaka juga telah bersetuju menerima pakai keputusan Muzakarah Jawatankuasa Fatwa, Majlis Kebangsaan Hal Ehwal Islam Malaysia Kali Ke-37 bahawa amalan merokok itu hukumnya adalah haram. Sehubungan itu saya berharap, penghisap rokok menghentikan tabiat buruk itu terutama di beranda serta tangga surau dan masjid. Kepada penanam tembakau, marilah kita bersama-sama menukar kepada tanaman lain untuk mendapat keberkatan Ilahi. Sekian, harap dimaaf teguran saya dan terima kasih. - Harakahdaily |
Saturday, April 19
Fatwa semasa mengenai hukum merokok menjurus kepada haram
Friday, April 18
Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW
Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW
Yang Paling Dicintai Rasulullah SAW
Beberapa orang pernah menyatakan kepada saya bahwa Abu Bakar RA adalah sahabat Nabi SAW yang paling utama dibanding sahabat-sahabat yang lain dengan alasan beliau adalah orang yang paling dicintai Rasulullah SAW. Mereka menyandarkan pendapat ini dengan hadis berikut dari Amr bin Ash RA
Bahwasanya Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam telah mengutus pasukan dalam perang dzatu tsalatsil. Maka aku mendatanginya, dan bertanya kepadanya: “Siapakah orang yang paling engkau cintai?” Beliau shallallahu `alaihi wa sallam menjawab: “Aisyah.” Aku berkata: “Dari kalangan laki-laki wahai Rasulllah?” Beliau menjawab: “Ayahnya”. Aku berkata: “Kemudian siapa?” Beliau menjawab: “Umar”. Kemudian beliau menyebutkan beberapa orang. (Shahih Bukhari Fadhailil A’mal, Fath Al Bari juz ke 7, hal. 18 dan Shahih Muslim Fadhail Ash Shahabah juz ke-4 hal. 1856 no. 2384)
Tentu saja hadis tersebut adalah hadis yang shahih dan saya tidak akan membuang waktu untuk menolak hadis tersebut. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah menurut saya penarikan kesimpulan mereka bahwa Abu Bakar RA adalah sahabat Nabi SAW yang paling utama dengan alasan beliau yang paling dicintai Rasulullah SAW adalah tidak tepat. Hal ini dikarenakan banyak hadis shahih yang menjelaskan bahwa Abu Bakar RA bukan satu-satunya yang paling dicintai Rasulullah SAW. Berikut adalah hadis-hadis yang saya maksudkan
Usamah bin Zaid RA
Dari Salim dari Bapaknya bahwa Nabi SAW mengangkat Usamah, lalu mereka memperbincangkannya. Nabi SAW bersabda “ Telah sampai kepadaku berita bahwa kalian memperbincangkan Usamah. Sungguh dia adalah manusia yang paling aku cintai”.(Fath Al Bari Syarh Shahih Bukhari jilid 21 hadis no446
![]()
Hadis di atas dengan jelas menyatakan bahwa Usamah bin Zaid RA adalah manusia yang paling dicintai Rasulullah SAW. Hadis ini berkaitan dengan penunjukkan Usamah sebagai pemimpin ekspedisi militer untuk memerangi orang-orang Rum. Penunjukkan Usamah yang relatif sangat muda ini mengundang ketidaksenangan sebagian sahabat sehingga mereka memperbincangkan Usamah. Ketika Rasulullah SAW mendengar hal ini maka Beliau SAW menerangkan dengan jelas bahwa Usamah adalah manusia yang paling Beliau SAW cintai. Oleh karena itu menyatakan bahwa Abu Bakar RA adalah sahabat Nabi SAW yang paling utama dengan alasan beliau yang paling dicintai Rasulullah SAW adalah tidak tepat karena alasan yang sama juga bisa ditujukan buat Usamah yaitu Usamah adalah manusia yang paling dicintai Rasulullah SAW oleh karena itu beliau adalah sahabat Nabi yang paling utama. Hal yang perlu dicatat adalah justru Abu Bakar sendiri termasuk di antara anggota pasukan Usamah.
Manaqib Al Anshar
Kemudian perhatikan hadis-hadis berikut
Dari Anas RA, ia berkata “Nabi SAW melihat beberapa wanita dan anak-anak berdatangan dari acara pernikahan. Beliau berdiri tegak bersabda “Ya Allah. Kalian adalah orang yang paling aku cintai”. Beliau mengucapkan kalimat tersebut tiga kali. (Mukhtasar Shahih Bukhari Syaikh Nashiruddin Al Albani hadis no 1608, Manaqib Al Anshar).
Dari anas bin Malik RA, ia berkata “Seorang wanita Anshar bersama bayinya mendatangi Nabi SAW. Lalu Beliau SAW bersabda “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman tanganNya. Sesunggunya Kalian adalah orang yang paling aku cintai”. Beliau mengucapkannya sebanyak dua kali. (Mukhtasar Shahih Bukhari Syaikh Nashiruddin Al Albani hadis no 1609, Manaqib Al Anshar).
Kedua hadis di atas menyatakan dengan jelas bahwa kaum Anshar (wanita dan anak-anak) adalah orang yang paling Rasulullah SAW cintai. Dengan demikian adalah tidak tepat mengutamakan Abu Bakar RA dibanding yang lain dengan alasan Beliau Abu Bakar RA adalah yang paling dicintai Rasulullah SAW karena keutamaan yang sama justru dimiliki juga oleh kaum Anshar.
Sayyidah Fatimah AS dan Imam Ali AS
Jami’ bin Umair menceritakan “Aku bersama Bibiku menemui Aisyah RA dan bertanya kepadanya, Siapa orang yang paling dicintai Rasulullah SAW? Ia menjawab Fatimah. Aku kemudian bertanya “dan diantara laki-laki?”. Ia menjawab “suaminya”. (Misykat Al Mashabih vol 3 hal 257,juga diriwayatkan Al Hakim dalam Al Mustadrak Ash Shahihain dan beliau menyatakan shahih)
Hadis diatas juga menjelaskan bahwa yang paling dicintai Rasulullah SAW adalah Sayyidah Fatimah AS dan Imam Ali AS. Berkaitan hadis ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan
Adz Dzahabi dalam Talkhis Al Mustadrak menyatakan Jami’ tertuduh, Aisyah sama sekali tidak mengucapkan kata-kata itu. Pernyataan Adz Dzahabi adalah kurang tepat. Jami’bin Umair adalah tertuduh Syiah tetapi beliau adalah Tabiin yang tsiqah.
Dalam Tahdzib At Tahdzib 2/111 dan Mizan Al ‘Itidal 1/421, didapatkan keterangan tentang Jami’ bin Umair
- Abu Hatim berkata “Dia orang Kufah, seorang Tabiin dan Syiah yang terhormat. Dia jujur dan baik hadisnya”.
- Al Ijli berkata “Dia seorang Tabiin yang tsiqat”
- As Saji berkata “Dia memiliki hadis-hadis munkar, dia bisa diperhitungkan dan dia itu jujur”
- Bukhari berkata “Dia patut dipertimbangkan”
- Ibnu Adi berkata “Dia seperti yang dikatakan Bukhari,hadis-hadisnya bisa dipertimbangkan. Hadis yang diriwayatkannya umumnya tidak diikuti orang”
- Ibnu Numair berkata “Dia seorang yang paling banyak berdusta. Dia pernah berkata sesungguhnya burung jenjang itu beranak di langit dan anaknya tidak jatuh”
- Ibnu Hibban berkata “Dia itu Rafidhah yang memalsukan hadis”
Tidak dipungkiri terdapat kontroversi seputar kedudukan Jami’ bin Umair, tetapi dalam hal ini pernyataan tsiqat untuk beliau lebih tepat karena semua jarh yang ditetapkan untuk beliau tidak memiliki alasan yang kuat
- Soal tuduhan dusta Ibnu Numair, beliau menampilkan alasan yang aneh karena cerita burung jenjang itu sendiri adalah suatu keanehan dan tidak berkaitan dengan kredibilitas meriwayatkan hadis.
- Soal pernyataan Ibnu Hibban, hanya beliau sendiri yang menganggapnya pemalsu hadis tetapi tidak disertai dengan bukti yang jelas, oleh karena itu pernyataan beliau tidak bisa menjadi sandaran selagi terdapat banyak pujian ulama lain kepada Jami’ bin Umair.
- Soal tuduhan meriwayatkan hadis munkar, maka jelas tidak ada kemunkaran dalam hadis di atas dan As Saji pun tetap menyatakan beliau jujur walaupun menurutnya hadis Jami’ terkadang munkar.
- Hadis Jami’ bin Umair juga terdapat dalam kitab Sunan dan sebagiannya dihasankan oleh Tirmidzi
Berdasarkan semua pertimbangan tersebut maka pernyataan Adz Dzahabi adalah kurang tepat, hadis tersebut adalah shahih.
.
Kesimpulan
Semua hadis-hadis di atas menyatakan bahwa Abu Bakar RA bukanlah satu-satunya orang yang paling dicintai Rasulullah SAW. Dan dinyatakan bahwa Usamah bin Zaid RA, Sayyidah Fatimah AS dan Imam Ali AS beserta kaum Anshar adalah termasuk orang yang paling dicintai Rasulullah SAW. Sehingga pernyataan bahwa Abu Bakar RA adalah sahabat Nabi SAW yang paling utama karena beliau adalah yang paling dicintai Rasulullah SAW adalah keliru. Justru dengan alasan tersebut Abu Bakar RA tidak lebih utama dari Usamah bin Zaid RA, Sayyidah Fatimah AS, Imam Ali AS dan kaum Anshar walaupun tentu beliau Abu Bakar RA punya keutamaan tersendiri sebagai sahabat Nabi SAW.
DIarsipkan di bawah: Hadis
HIBURAN: Menolak Fatwa Utsaimin, Albani, Fauzan & Najmy (Bah. 1)
Posted on Thursday, November 16 @ 00:46:30 EST by alexanderwathern
- Berdosa (Fatwa Utsaimin, Albani, Fauzan & Najmy)
- Tidak berdosa selagi tidak bercampur maksiat (pandangan saya)
ULAMA-ULAMA YANG MENGHARUSKAN PENGGUNAAN SEMUA JENIS ALAT MUZIK , APATAH LAGI NYANYIAN-NYANYIAN YANG BAIK:
Hujjatul Islam Imam al-Ghazali Dr. Yusuf al-Qaradhawi
Dr. Abdul Karim Zaidan Abdullah bin Zubair
Abdullah bin Umar Imam asy-Syaukani
al-Qadhi Abu Bakar bin al-Arabi Ibnu Hazm
Dr. Mohammad Imarah Dr. Kaukab ‘Amir
Ibn Tahir Al-Qaisarani Abdul Ghani An-Nablusi
Al-Kamal Jaafar Al-Idfawi Asy-Syafie Al-Imam Mohd. Asy-Syazili At-Tunisi.
Al Adiib Abu 'Umar Al Andalusi Abdullah bin Ja'far
Dato’ Nik Abdul Aziz Nik Mat Ustaz Abdul Hadi Awang
Al Mawardi Muawiyah
Amru al-Ass Imam Malik
Ibnu Tahir Imam al-Haramain
Ulama-ulama Madinah Ulama-ulama Zahiri
Disokong oleh:
*BERIKUT ADALAH HUJAH-HUJAH PARA ULAMA DI ATAS:
HUJJATUL ISLAM IMAM AL-GHAZALI
Menurut Imam Al-Ghazali, tidak ada keterangan yang jelas dari sunnah Nabi SAW yang melarang penggunaan alat muzik. Menurutnya, setiap instrumen muzik yang mempunyai bunyi yang baik tidak dilarang, malah ianya tidak lebih dari kemerduaan suara burung.
Seni muzik yang dilarang kepada umat Islam ialah sekiranya ia bersekongkol di dalam keadaan yang bercampur dengan kumpulan peminum arak, penzina dan lain-lain perbuatan dosa.
Al-Imam Hujjatul Islam, Abu Hamid Al-Ghazali telah membincangkan permasalahan hukum nyanyian dan muzik dengan panjang lebar dalam kitabnya Ihya’ Ulumiddin dalam juzuk yang kelapan bahagian Al-Adat. Al-Ghazali di dalam perbincangannya telah membahaskan hukum muzik dan alatnya daripada pelbagai sudut sebelum mengeluarkan pandangannya. Beliau tidak hanya berpegang dengan zahir nas malah cuba menggali di sebalik nas, sebab dan ‘illah diharamkan beberapa alat muzik sebagaimana yang disabdakan oleh junjungan besar Nabi SAW dalam hadith-hadith Baginda. Ini bertitik tolak daripada pegangan beliau bahawa nyanyian dan muzik adalah kelazatan-kelazatan dunia yang asalnya adalah halal dan harus.
Al-Ghazali menegaskan sebab pengharaman alatan yang dipetik (seperti gitar) dan ditiup (seperti serunai) sebagaimana yang disebut dalam hadith Nabi SAW bukan kerana alatan tersebut menimbulkan kelazatan kepada pendengar. Sekiranya demikian sudah tentulah diharamkan semua jenis suara atau irama yang membangkitkan kelazatan kepada pendengar. Kerongkong manusia, gendang, rebana kecil (duf) dan binatang-binatang seperti burung mempunyai potensi untuk menghasilkan irama-irama merdu yang mampu membangkitkan kelazatan di dalam sudut hati pendengar. Walau bagaimanapun Islam tidak mengharamkan suara-suara tersebut.
Oleh itu Al-Ghazali menyatakan sebab pengharaman alatan yang disebut di dalam hadith-hadith Nabi SAW adalah kerana alatan-alatan tersebut biasa digunakan oleh ahli-ahli fasiq, maksiat dan peminum-peminum arak dan menjadi syiar mereka.
Begitulah pandangan Imam Al-Ghazali tentang hukum penggunaan alat-alat muzik. Beliau melihat di sana wujudnya sebab diharamkan alat-alat yang disebut pengharamannya melalui lisan Nabi SAW. Sekiranya hilang (gugur) sebab tersebut sudah tentulah gugur hukum pengharamannya. Bagi beliau semua perkara yang baik (At-Thayyibat) adalah halal melainkan perkara-perkara yang boleh membawa kepada kerosakan.
*Kesimpulan- Imam Ghazali dalam Ihya Ulumiddin mengharuskan semua jenis alat muzik termasuklah yang dipetik seperti gitar dan yang ditiup/ berlubang seperti serunai, apatah lagi gendering.
Sebahagian yang lain pula seperti Dr. Abdul Karim Zaidan dan Dr. Kaukab Amir ’mempunyai pandangan yang sama dengan Al-Ghazali. Mereka menyatakan pengharaman alat-alat yang disebut di dalam nas-nas hadith adalah kerana ia merupakan syiar ahli fasiq dan maksiat. Pada pandangan mereka muzik tidak haram dari sudut irama atau bunyinya. Tetapi yang menjadikannya haram ialah unsur-unsur luaran yang lain iaitu ia adalah alatan yang biasa digunakan di dalam majlis-majlis dan tujuan-tujuan yang bertentangan dengan batas syara’. Justeru itu alat-alat tersebut tunduk kepada perubahan tempat dan masa. Penggunaan alat-alat ini juga mestilah berlegar dala lingkungan yang dibenarkan oleh syara’.
Antara Kelantan,Kedah,Pulau Pinang,Perak dan Selangor
Antara Kelantan, Kedah, Penang, Perak & Selangor
Oleh
Zaharuddin Abd Rahman
"Antara kerajaan pimpinan PAS di Kelantan dan Kedah, DAP & PKR di Pulau Pinang dengan kerajaan pimpinan gabungan PAS, DAP & PKR di Selangor dan Perak, mana yang ustaz lebih yakin akan berjaya memperkenalkan kerajaan bersih dari rasuah dan lain-lain jenayah kepimpinan?" Demikian tanya seorang pelajar sarjana kepada saya.
Soalan yang sukar dijawab dengan tepat tetapi masih boleh memberi pandangan.
"Ada banyak pro dan kontra" jawab saya secara ringkas dan mengambil jalan selamat.
"Contohnya ustaz, saya serius nak tahu ni" Desak pelajar tadi.
" Tak nak bezakan kerajaan tu dengan yang diperintah oleh BN ke?" Tanya saya pulak.
"tak mahu, itu dah basi...saya nak tahu antara lima ini aja" katanya sambil senyum dan memasukkan handphonenya ke dalam poket baju melayunya.
"Apa pandangan anta sendiri?" Soal saya semula
"Ana tiada idea yang konkrit buat masa ini dan ana lebih suka nak dengar pandangan ustaz je" tegasnya lagi.
Keberatan
Saya sebenarnya agak keberatan untuk memberi pandangan terutamanya saya agak jauh dari politik kepartian, saya juga tiada info yang mencukupi berkenaan perkembangan mana-mana parti yang disebutkan tadi. Saya juga tiada idea tentang tahap amanah setiap wakil rakyat yang menang itu.
Justeru sudah tentu sukar untuk saya meramalkannya apatah lagi membandingkannya dengan adil.
Namun demikian, agar tidak mengecewakan si pemuda yang bersungguh ini, saya berikan satu pendapat sederhana dan ringkas sahaja untuknya berfikir dengan lebih jauh.
"Jika dilihat dari asal dan asas perjuangan ketiga-tiga parti berkenaan, sudah tentu patutnya kerajaan yang dipimpin oleh PAS di Kedah dan Kelantan akan mampu membuktikan mereka paling bersih, telus dan amanah. Ini kerana pemimpin mereka menjadikan Islam sebagai tunjang perjuangan politik mereka.
Islam mewajibkan kita sentiasa bersih dari penyelewengan amanah kepimpinan, Islam ajar pemimpin agar tawaddhu dan bersedia menrima teguran baik dari ahlinya dengan minda berfikir dan hati sedar, sentiasa fikri kebaikan maksimum untuk rakyat lebih dari dirinya sendiri"
"Namun, itu jika ikut dari apa yang sepatutnya la"
"Jika dilihat dari apa yang ada secara praktikal pula mungkin akan akan yang berbeza" tambah saya lagi secara ringkas
"Kenapa pula beza" Tanyanya mendesak ingin tahu.
"Dari sudut logik, duit dan pangkat serta kuasa ini bukan calang-calang ujian. Ia boleh sahaja membuatkan ramai orang tersungkur termasuk golongan ustaz dan ilmuan Islam. Lihat sahaja apa yang terjadi kepada pelaburan cepat kaya melalui internet. Bukankah ia banyak juga disertai oleh mereka yang bergelar ustaz dan berlatar belakangkan agama. Ini membuktikan harta mampu menjatuhkan iman mereka yang punyai ilmu agama"
Jika Tanpa Pantauan Telus Tanpa ‘Double Standard'
Justeru, ini membuktikan tanpa pantauan berterusan, seorang ustaz atau siapa saja walaupun berlatar belakangkan pengajian Islam atau dalam parti Islam, mereka boleh saja menyeleweng dan tersungkur apabila mendapat kuasa dan pangkat, apatah lagi parti yang berlatar belakangkan demokratik dan keadilan umum sahaja
"Atas asas itu, mungkin saya kira kerajaan Selangor, Perak dan Perak mungkin akan lebih mampu bersifat telus berbanding Kelantan dan Kedah." Kata saya..
"Isyh,, biar betul ni ustaz, masih kurang faham le" berkerut dahinya kali ini.
"Maksud saya, di Selangor dan Perak, kerajaan negeri mereka betul-betul bercampur. Sebagai orang luar, ingat sekali lagi, saya sebagai orang luar. Setakat ini saya melihat hubungan parti-parti dalam Barisan Alternatif tidaklah serapat parti-parti komponen BN seperti MIC, MCA dan UMNO"
Namun hubungan sebegini ada hikmahnya juga, malah tidak keterlaluan jika saya katakan masih ada di lubuk hati masing-masing rasa sangsi antara satu sama lain. Hasil dari itu, apa yang positif adalah setiap wakil parti akan menjadi check and balance bagi prestasi dan pergerakan exco parti yang lain di samping bekerja bersungguh bagi buktikan kemampaun, ketelusan diri kepada ahli parti lain..
Secara logiknya keadaan ini akan mampu menutup banyak ruang salah laku dari exco setiap parti, sukar untuk masing-masing mengambil kesempatan atas kuasa yang sedang dipegangnya, kerana percampuran tadi menyebabkan masing-masing diteropong dari dekat oleh rakan-rakan alternatif mereka selain oleh BN.
Selain itu, wakil dari parti Islam atau wakil beragama Islam juga mungkin akan lebih tercabar dalam melakukan tugasan mereka dan akan lebih terbuka untuk mendedahkan dakwah kepada wakil bukan Islam dalam kerajaan campuran mereka. Ini akan menghasilkan kerja yang lebih kemas dan mantap sama ada secara terpaksa atau dengan ikhlas.
Ketiak saya bertugas di bank-bank Islam dulu, saya masih ingat beberapa orang pengurus di bank yang asyik mencari alasan untuk buat benda atau produk yang biasa mereka buat walaupun sudah diberitahu ia tidak menepati Shariah. Namun pegawai dan Naib Presiden non Muslim, sekali dengar sudah faham dan amat menghormati fatwa jauh lebih baik dari orang Islam sendiri. Malah banyak kali dalam meeting-meeting, si pegawai non muslim mengingatkan bahawa cara ini tidak menepati Shariah. Keadaan ini baik untuk sentiasa mengingatkan si Muslim.
Keadaan ini mungkin boleh jadi berbeza dengan Kelantan dan Kedah. Oleh kerana mereka dipimpin majoritinya oleh exco dari satu parti sahaja. Tanpa penjagaan sebaiknya amat amat DIBIMBANGI jika terdapat salah laku pun, ia boleh didiamkan akibat timbul perasaan segan, takut dan macam-macam lagi untuk menegur rakan separti sendiri, bimbang teguran akan membawa mudarat kepada persahabatan, parti secara umum dan macam-macam lagi. Hanya iman masing-masing yang mengawal mereka, berbanding di negeri bercampur tadi, iman dicampur dengan pantauan rakan parti lain. Sedikit kelalaian akan menyebabkan mereka tidak lagi perform dalam tugasan.
Ingat Ingat Dan Ingatlah
Nasihat kita bersama untuk semua pemimpin, sebelum tenggelam dalam nafsu kepada harta diperolehi dari jawatan yang dipimpin, sedarilah bahawa jawatan tidak kekal. Janganlah sampai sedang berseronok dengan harta, pangkat dan pengaruh yang disangka kekal dan mustahil untuk jatuh itu. Tiba-tiba jatuhlah ia dengan izin Allah, jatuh tergolek. Jatuh boleh datang dalam bentuk tewas kerusi, tidak dilantik semula dan lebih dahsyat adalah tiba kematian tanpa petanda. Firman Allah swt :-
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاء وَتَنزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاء وَتُعِزُّ مَن تَشَاء وَتُذِلُّ مَن تَشَاء بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Ertinya : Katakanlah: ""Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu ( AL- IMran : 26 )
Lagi Penyakit Dalaman Satu Parti
Selain itu, boleh wujud satu keadaan dimana teguran itu walaupun benar, ia menyebabkan penegur dianggap musuh dalamannya, pembangkangnya, pendengki dan pelbagai lagi. Hasilnya penyakit ini akan merebak hingga terpecahnya kesatuan dan lemahlah gerakan.
Saya tidaklah mengatakan ia akan sudah berlaku dan banyak berlaku tetapi saya hanya katakan ia mungkin boleh berlaku. Kerana saya ada sedikit pengalaman melihat apa yang berlaku di Terengganu satu ketika dahulu. Tidak perlulah saya ceritakan di sini namun, saya katakan ada yang tidak kena berlaku sehingga menjadi barah dan virus yang amat melemahkan, menghilangkan hormat dan kepercayaan kepada tok wakil ini.
Malah saya yakin, dari ramai-ramai yang terpilih menjadi exco itu dan ini, sudah tentu akan dapat dilihat kemampuan masing-masing dalam menjalankan tugasan dan amanah. Oleh kerana manusia ini berbeza-beza kemampuannya, sudah pasti ada yang dapat dilihat sebagai ‘kurang mampu' berbadning yang lain. Tatkala itu akan wujudnya keperluan menukarnya dengan individu yang baru.
Namun akibat mereka semua satu gerakan dan parti, biasanya AMAT AMAT SUKAR untuk sesiapa sahaja mempelopori cadangan untuk menggantinya dengan orang lain. Jika dilakukan juga, amat mudah perasaan amarah jahat menetas dalam hati dan akhirnya mewujudkan kem demi kem, sangka buruk demi sangka buruk. Akhirnya wujudlah budaya cantas mencantas, tuduh menuduh, fitnah memfitnah sesama sendiri.
Justeru hati-hatilah dengan permainan jawatan, pangkat dan harta. Jika tanpa gaji yang besar pun apa yang saya sebutkan di atas boleh berlaku, apatah lagi dalam waktu jawatan itu dikelilingi kemewahan atau harta.
Di kesempatan ini, hadis yang amat popular di bawah amat baik untuk ingatkan kita sekali kepada semua wakil rakyat berjawatan exco dan berjawatan dalam kerajaan baru. Bantulah diri dan rakan agar tidak termasuk dalam kumpulan menzalimi dan mereka yang dizalimi. Sabda Nabi s.a.w :-
انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِمًا أو مَظْلُومًا فقال رَجُلٌ يا رَسُولَ اللَّهِ أَنْصُرُهُ إذا كان مَظْلُومًا أَفَرَأَيْتَ إذا كان ظَالِمًا كَيْفَ أَنْصُرُهُ قال تَحْجُزُهُ أو تَمْنَعُهُ من الظُّلْمِ فإن ذلك نَصْرُهُ
Ertinya : Bantulah saudaramu yang sedang menzalimi orang lain dan saudaramu yang sedang menjadi mangsa kezaliman, lalu berkata seorang lelaki : "Wahai rasulullah s.a.w, Aku membantunya sekirnaya dia dizalimi tetapi bagaimana pula aku membantunya sedangkan di sedang menzalimi" ?
Jawab Nabi : "Dengan menghalangnya dari terus melakukan kezaliman, itulah dia ertinya kamu membantunya"( Bukhari, 6552, 6/2005)
Dan sebagai akhirnya, friman Allah ini sebagai nasihat kepada diri, pembaca dan tentunya mereka yang sedang di alam baru sebagai tok wakil dan exco.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ كُونُواْ قَوَّامِينَ بِالْقِسْطِ شُهَدَاء لِلّهِ وَلَوْ عَلَى أَنفُسِكُمْ أَوِ الْوَالِدَيْنِ وَالأَقْرَبِينَ إِن يَكُنْ غَنِيًّا أَوْ فَقَيرًا فَاللّهُ أَوْلَى بِهِمَا فَلاَ تَتَّبِعُواْ الْهَوَى أَن تَعْدِلُواْ
Ertinya : Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran.. ( An-Nisa : 135 )
"ooo begitu pandangan ustaz" terlopong dia mengangguk
"Tapi ia hanya pandangan yang bebas di tolak dan diterima, tiadalah bagus sangat pun, hanya pandangan biasa dari orang biasa. Ok ye..mari kita bersangka baik kepada penegur dengan kandungan membina dan mereka yang ingin menasihat, Apapun, perkembangan dari luar setakat ini. Nampak banyak pendedahan yang menggalakkan, seperti :-
1) Setuju declare harta kepada umum..tetapi saya sedang tunggu ni siapa nak mulakan.
2) Kedah umum turunkan cukai tanah di Kedah 30 %. Di sini
3) Perak dan Selangor declare tidak pecat kakitangan berbeza ideologi politik jika benar-benar berkualiti kerjanya.
4) Semua kerajaan negeri-negeri yang baru umumkan nak bersih dari rasuah. Namun semua orang boleh cakap, kita tunggu nak tengok sekarang.
5) Ada yang isytihar potong elaun exco untuk rakyat, dan tidak dibenarkan exco buat bisnes agar tidak terdapat konflik interest dan yang boleh bawa kepada salah guna kuasa dan rasuah. Ini bagus, tetapi bagaimana jika adik beradik sebagai proksi pula?. Kena semak juga ye.
6) Ingin perkenal program bekalan air percuma kepada rakyat Selangor sehingga 20 meter padu berkuat kuasa April. Untuk tujuan itu diwarwarkan akan menyemak kontrak air di Selangor kerana didapati mengayakan satu pihak dan merugikan rakyat, Ini bagus tapi ingin dilihat akan diberi kepada siapa pula. Kami ingin lihat tender terbuka berdasarkan merit tanpa rasuah. Sumber di sini.
7) JKKK and Tabika Kemas dibiar operasi macam biasa, Cuma silibus akan disemak sikit..ini juga tindakan yang ingin dilihat, toleransi dengan mereka yang berbeza fahaman politik.
8) Sumber kekayaan Selangor akan ditadbir secara berkesan. Sumber di sini; ini baik lafaznya, namun praktikalnya yang sedang dan akan dipantau oleh rakyat.
9) Penang dan Perak membatalkan saman oleh PBT. Tawaran ini meliputi semua saman yang dikeluarkan majlis daerah dan pihak berkuasa tempatan (PBT) membabitkan penjaja dan letak kereta sehingga 17 Mac 08. Ini baik namun ada buruknya juga.
10) Cadangan menjual semua rumah exco Selangor yang dulunya bernilai RM 21 atau RM 40 juta bagi tujuan membangunkan negeri. Ini juga baik. Sumber di sini.
Selain dari apa yang disebut di atas, saya juga ingin melihat perancangan terperinci tentang menghidupkan institusi masjid dan ilmu dalam masyarakat. " Saya menamatkan bicara.
Sekian
Zaharuddin Abd Rahman
18 Mac 2008
Thursday, April 17
PUISI UNTUK GURU

Guru oh Guru
Berburu ke padang datar,
Dapat rusa belang kaki;
Berguru kepalang ajar,
Ibarat bunga kembang tak jadi.
(Dedikasi kepada Hari Guru dan guruku tercinta)
Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum menjadi dewasa.
Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetlaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.
Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.
Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di lbu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakill seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.
Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulang ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.
Usman Awang
Abadi Dalam Harum Nama
Guru pendidik mulia
sudah berabad lalu
bermandi keringat
meniti gigi hari
mendaki puncak tinggi
di merata lurah dan denai
menabur bakti
tanpa mau dipeduli.
Guru pendidik mulia
bukan untuk dipuja
atau di dewa-dewa
siang dan malarnnya
adalah perjuangan jua
rela meluah bahagia
menelan duka nestapa
dengan senyum dan takwa
biarpun sayup di hutan belantara.
Guru pendidik mulia
laksana kuntum kembang mekar
memuncak nama pembela sejahtera
abadi dalam harum nama.
Ismala
Tuesday, April 15
KOMEN ISU BABI DI SELANGOR OLEH MUFTI PERLIS
KUALA LUMPUR: Tindakan kerajaan negeri Selangor meluluskan projek ternakan babi berkelompok bernilai RM100 juta di Sepang, adalah tidak wajar kerana ia boleh menyumbang kepada kemajuan industri haiwan berkenaan.
Mufti Perlis, Profesor Madya Dr Mohd Asri Zainul Abidin, berkata tindakan berkenaan adalah salah kerana ia secara tidak langsung boleh menyumbang kepada kepesatan industri ternakan haiwan berkenaan yang jelas salah di sisi agama.
“Sebaliknya jika niat mereka (kerajaan Selangor) ingin memelihara alam sekitar dengan menyatukan semua ladang ternakan itu di Selangor, maka ia boleh diterima kerana dapat mengelak pencemaran berlaku.
“Oleh kerana projek ini hanya untuk bekalan domestik, mungkin jumlahnya tidak begitu besar dan boleh dikawal sekiranya ia benar-benar bukan untuk dieksport dan dengan niat menjaga persekitaran,” katanya ketika dihubungi, semalam.
Semalam, akhbar melaporkan Pas menyokong keputusan kerajaan Selangor melaksanakan projek ternakan babi berkelompok bernilai RM100 juta di Sepang dengan alasan orang Islam tidak berhak menghalang bukan Islam menternak dan memakan daging haiwan itu.
Pengerusi Jawatankuasa Tetap Pendidikan, Pendidikan Tinggi dan Pembangunan Modal Insan negeri, Dr Halimah Ali, berkata beliau menyokong penuh projek berkenaan selagi ia tidak mencemarkan alam sekitar.
Selain Dr Halimah yang juga Timbalan Pengerusi Lajnah Perpaduan Nasional Pas Pusat, dua Exco Pas yang turut menyokong ialah Datuk Dr Hassan Ali (Pengerusi Jawatankuasa Tetap Hal Ehwal Islam, Adat-Adat Melayu, Infrastruktur dan Kemudahan Awam) serta Iskandar A Samad (Pengerusi Jawatankuasa Tetap Perumahan, Pengurusan Bangunan dan Setinggan).
Dr Halimah mengulas kenyataan Pengerusi Jawatankuasa Tetap Pelaburan, Perindustrian dan Perdagangan negeri, Teresa Kok, yang mengesahkan kerajaan campuran Parti Keadilan Rakyat, DAP dan Pas Selangor meluluskan projek itu pada mesyuarat Exco, Rabu lalu.
Sementara itu, Bekas Pengerusi Tetap Jawatankuasa Hal Ehwal Islam, Belia dan Mesra Rakyat negeri, Datuk Abdul Rahman Palil, berkata masyarakat Cina di Selangor turut membantah cadangan kerajaan negeri membina ladang ternakan babi secara berkelompok itu.
Ahli Dewan Undangan Negeri (Adun) Sementa itu, berkata maklumat awal yang diperoleh mendapati masyarakat Cina juga tidak setuju dengan cadangan berkenaan yang pernah dikemukakan ketika kerajaan negeri diperintah Barisan Nasional (BN).
Katanya, mereka membantah kerana bimbang ladang ternakan babi itu akan menimbulkan pencemaran teruk kepada alam sekitar berikutan najis kumbahan haiwan berkenaan sukar dilupuskan sekali gus mampu mengganggu keselesaan penduduk sekitar.
“Kerajaan perlu mengkaji dengan teliti cadangan ini dengan memastikan kaedah yang bakal digunakan tidak membawa kepada pencemaran alam sekitar,” katanya.
sumber: Berita Harian
UTM 2005-2008
Eletro-Hidraulik: Boleh buat ketak amali tu..
Benkel Kimpalan JPTK
Jangan asyik dok bergambar ja...
Tekun dan bersemangat nak belajar dua orang student tua ni.
Woi Nak Main Ke nak belajaq




